SUBUHHHHHHHHHHHH

Tulisan ini tak begitu penting dan kurasa juga nilai manfaatnya biasa aja hehe. ini sebuah cerita tentang dominannya subuh melayang pada generasi muda kita mungkin juga salah satunya aku. kita sangat sadari bahwa subuh adalah salah satu ibadah shalat yang agak sulit kita kerjakan, alasannya sih tidak rumit hanya malas bangun tidur apalagi di bulan puasa seperti sekarang ini. nah biar subuhmu tak terlewatkan saya punya tips untuk kalian semua yang membaca blogku.

1. usahakan selalu menghidupkan alarm tepat ketika waktu subuh.
2. ketika alarm berbunyi segeralah bangun dan jangan sekali-kali mencoba untuk mematikan alarmnya hehe pengalaman pribadiku sih.
3. segeralah ke kamar mandi dan basuhlah wajahmu yang rada-rada berantakan karena baru bangun.
4. laksanakan shalat dengan baik dan usahakan membaca Al-Quran walau hanya sesaat agar ibadah lebih afdhal.
5. setelah subuh hak kalian semua untuk melakukan apa. mau belajar lebih baik tapi kalau mau tidur juga tidak masalah.

itu saja sih tips dari saya walaupun sangat sederhana hehe. dan yang membaca semoga jadi inspirasi agar subuhnya tak melayang. Read More..

SEBUAH GORESAN TANGAN YANG TAK BERMAKNA

Tanggal 21 Agustus 2008, di mana orang-orang tercinta menyambut bulan Suci Ramadhan dengan satu budaya yang masyarakat Aceh sebut "megang" yaitu memotong lembu di segala tempat kemudian dijual dalam rangka menyambut bulan suci yang tepatnya akan dilaksanakan oleh umat islam tanggal 22 Agustus 2008. Namun, rinduku akan moment penting seperti "megang" hanya mampu kuhanturkan melalui tulisan ini. Orang tuaku berpesan padaku "Perjuangan itu ada senang dan ada sedihnya" ya mungkin ini kata yang paling bijak karena aku sedang berjuang untuk masa depanku di negeri Perak Malaysia. Rasanya bagaikan kemarau saat aku harus memulai puasaku di negeri orang. Sejak kecil aku belum pernah sekali pun puasa tanpa orang-orang tercinta disisiku ada kabut yang menghiasi hatiku. ingin mengadu pada teman-teman rasanya terlalu cengeng karena kulihat mereka tenang-tenang saja walau aku tak tahu bagaimana hati mereka dan dengan terpaksa pula aku harus bersikap tenang. aku menulis hanya untuk mencurahkan isi hatiku yang sedang rindu dan sedih akan ramadhan yang rasanya tak indah untukku. Tapi aku yakin jika kujalani dengan indah maka ini akan baik-baik saja. jika jarak tak terpisah lautan mungkin aku ingin berlari hanya untuk menikmati megang dan puasa di Aceh. tapi itu mustahil karena itu melalui tulisan yang tak bermakna ini kusampaikan satu kalimat "Marhaban Ya Ramadhan Aceh Lon" semoga dengan datangnya bulan suci yang penuh rahmat ini menjadi satu cerminan untuk kita bahwa Allah telah memberikan kesehatan untuk kita lebih membersihkan dan menyucikan diri. untuk siapa pun yang membaca tulisanku dan kalian senasib denganku baik sedang mengejar cita atau apapun itu di negeri orang dan tak pulang ke kampung untuk menikmati "Megang" jika bersedih simpanlah dalam hati dan jika ingin menangis lakukan dalam sujudmu karena sesungguhnya Allahlah yang tahu hati dan perasaan kita.


Read More..

SASTRA

PEMAHAMAN TENTANG KARYA SASTRA

Lahirnya sebuah karya sastra adalah untuk dapat dinikmati oleh pembaca. Untuk dapat menikmati suatu karya sastra secara sungguh-sungguh dan baik diperlukan pengetahuan tentang sastra. Tanpa pengetahuan yang cukup penikmatan akan sebuah karya sastra hanya bersifat dangkal dan sepintas karena kurangnya pemahaman yang tepat. Sebelumnya patutlah semua orang tahu apa yang dimaksud dengan karya sastra? Karya sastra bukanlah ilmu, karya sastra adalah seni. Dimana banyak unsur kemanusiaan yang masuk di dalamnya, khususnya perasaan, sehingga sulit diterapkan untuk metode keilmuan. Perasaan, semangat, kepercayaan, keyakinan sebagai unsur karya sastra sulit dibuat batasannya.
Karya sastra adalah ungkapan pribadi manusia yang berupa pengalaman, pemikiran, perasaan, ide, semangat, keyakinan dalam suatu bentuk gambaran kehidupan yang dapat membangkitkan pesona dengan alat bahasa dan dilukiskan dalam bentuk tulisan. Ada sebuah pendapat seorang penulis yaitu Jakop Sumardjo dalam bukunya yang berjudul Apresiasi Kesusastraan mengatakan bahwa karya sastra adalah sebuah usaha merekam isi jiwa sastrawannya. Rekaman ini menggunakan alat bahasa. Sastra adalah bentuk rekaman dengan bahasa yang akan disampaikan kepada orang lain.
Pada dasarnya karya sastra sangat bermanfaat bagi kehidupan karena dengan karya sastra dapat memberi kesadaran kepada pembaca tentang kebenaran-kebenaran hidup ini walaupun dilukiskan dalam bentuk fiksi. Karya sastra dapat memberikan kegembiraan dan kepuasan batin. Hiburan ini adalah jenis hiburan intelektual dan spiritual. Karya sastra juga dapat dijadikan sebagai pengalaman untuk berkarya karena siapa pun bisa menuangkan isi hati dan pikiran dalam sebuah tulisan yang bernilai seni.
Setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan karya sastra tidak salahnya apabila kita melirik dengan lebih mendalam tentang genre (jenis) karya sastra. Karya sastra dapat digolongkan dua kelompok yakni karya sastra imajinatif dan karya sastra non-imajinatif. Ciri karya sastra imajinatif adalah karya sastra tersebut lebih menonjolkan sifat khayali, menggunakan bahasa yang konotatif, dan memenuhi syarat-syarat estetika seni. Sedangkan ciri karya sastra non-imajinatif adalah karya sastra tersebut lebih banyak unsur faktualnya daripada khayalinya, cenderung menggunakan bahasa denotatif, dan tetap memenuhi syarat-syarat estetika seni.
Pembagian genre sastra imajinatif dapat dirangkumkan dalam bentuk puisi, fiksi atau prosa naratif, dan drama. Penjelasan tentang ketiga karya sastra ini akan kita kupas secara terperinci.

1. Puisi
Puisi adalah rangkaian kata yang sangat padu. Oleh karena itu, kejelasan sebuah puisi sangat bergantung pada ketepatan penggunaan kata serta kepaduan yang membentuknya.

2. Fiksi atau prosa naratif
Fiksi atau prosa naratif adalah karangan yang bersifat menjelaskan secara terurai mengenai suatu masalah atau hal atau peristiwa dan lain-lain. Fiksi pada dasarnya terbagi menjadi novel, roman, dan cerita pendek.
Suroto dalam bukunya yang berjudul Apresiasi Sastra Indonesia menjelaskan secara terperinci tentang pengertian tiga genre yang termasuk dalam prosa naratif ini.
a. Novel
Novel ialah suatu karangan prosa yang bersifat cerita yang menceritakan suatu kejadian yang luar biasa dari kehidupan orang-orang (tokoh cerita). Dikatakan kejadian yang luar biasa karena dari kejadian ini terlahir suatu konflik, suatu pertikaian, yang mengalihkan jurusan nasib para tokoh. Novel hanya menceritakan salah satu segi kehidupan sang tokoh yang benar-benar istimewa yang mengakibatkan terjadinya perubahan nasib.
b. Roman
Istilah roman berasal dari genre romance dari Abad Pertengahan yang merupakan cerita panjang tentang kepahlawanan dan percintaan. Istilah roman berkembang di Jerman, belanda, Prancis, dan bagian-bagian Eropa Daratan yang lain. Ada sedikit perbedaan antara roman dan novel yakni bahwa bentuk novel lebih pendek dibanding dengan roman, tetapi ukuran luasnya unsur cerita hampir sama.
c. Cerita pendek
Cerita atau cerita pendek adalah suatu karangan prosa yang berisi cerita sebuah peristiwa kehidupan manusia pelaku/tokoh dalam cerita tersebut. Dalam karangan tersebut terdapat pula peristiwa lain tetapi peristiwa tersebut tidak dikembangkan sehingga kehadirannya hanya sekedar sebagai pendukung peristiwa pokok agar cerita tampak wajar. Ini berarti cerita hanya dikonsentrasikan pada suatu peristiwa yang menjadi pokok ceritanya.

3. Drama
Genre sastra imajinatif yang ketiga adalah drama. Drama adalah karya sastra yang mengungkapkan cerita melalui dialog-dialog para tokohnya. Drama sebagai karya sastra sebenarnya hanya bersifat sementara, sebab naskah drama ditulis sebagai dasar untuk dipentaskan. Dengan demikian, tujuan drama bukanlah untuk dibaca seperti orang membaca novel atau puisi. Drama yang sebenarnya adalah kalau naskah sastra tadi telah dipentaskan. Tetapi bagaimanapun, naskah tertulis drama selalu dimasukkan sebagai karya sastra.
Selanjutnya adalah pembagian genre sastra non-imajinatif, dimana kadar fakta dalam genre sastra ini agak menonjol. Sastrawan bekerja berdasarkan faktaa atau kenyataan yang benar-benar ada dan terjadi sepanjang yang mampu diperolehnya. Dengan sendirinya penyajiannya dalam bentuk sastra disertai oleh daya imajinasinya pula, yang memang menjadi ciri khas karya sastra. Genre yang termasuk dalam karya sastra non-imajinatif, yaitu:

1. Esei
Esei adalah karangan pendek tentang sesuatu fakta yaang dikupas menurut pandangan pribadi manusia. Dalam esei baik pikiran maupun perasaan dan keseluruhan pribadi penulisnya tergambar dengan jelas, sebab esei memang merupakan ungkapan pribadi penulisnya terhadap sesuatu fakta.

2. Kritik
Kritik adalah analisis untuk menilai sesuatu karya seni, dalam haal ini karya sastra. Jadi, karya kritik sebenarnya termasuk argumentasi dengan faktanya sebuah karya sastra, sebab kritik berakhir dengan sebuah kesimpulan analisis. Tujuan kritik tidak hanya menunjukkan keunggulan, kelemahan, benar dan salahnya sebuah karya sastra dipandang dari sudut tertentu, tetapi tujuan akhirnya adalah mendorong sastrawan untuk mencapai penciptaan sastra setinggi mungkin dan juga mendorong pembaca untuk mengapresiasi karya sastra secara lebih baik.

3. Biografi
Biografi atau riwayat hidup adalah cerita tentang hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain. Tugas penulis biografi adalah menghadirkan kembali jalan hidup seseorang berdasarkan sumber-sumber atau fakta-fakta yang dapat dikumpulkannya. Teknik penyusunan riwayat hidup itu biasanya kronologis yakni dimulai dari kelahirannya, masa kanak-kanak, masa muda, dewasa, dan akhir hayatnya. Sebuah karya biografi biasanya menyangkut kehidupan tokoh-tokoh penting dalam masyarakat atau tokoh-tokoh sejarah.

4. Otobiografi
Otobiografi adalah biografi yang ditulis oleh tokohnya sendiri, atau kadang-kadang ditulis oleh orang lain atas penuturan dan sepengetahuan tokohnya. Kelebihan otobiografi adalah bahwa peristiwa-peristiwa kecil yang tidak diketahui orang lain karena tidak ada buktinya dapat diungkapkan. Begitu pula sikap, pendapat, dan perasaan tokoh yang tak pernah diketahui orang lain dapat diungkapkan.

5. Sejarah
Sejarah adalah cerita tentang zaman lampau sesuatu masyarakat berdasarkan sumber-sumber tertulis maupun tidaak tertulis. Meskipun karya sejarah berdasarkan fakta yang diperoleh dari beberapa sumber, namun penyajiannya tidak pernah lepas dari unsur khayali pengarangnya. Fakta sejarah biasanya terbatas dan tidak lengkap, sehingga untuk menggambarkan zaman lampau itu pengarang perlu merekontruksinya berdasarkan daya khayal atau imajinasinya sehingga peristiwa itu menjadi lengkap dan terpahami.

6. Memoar
Memoar pada dasarnya adalah sebuah otobiografi, yakni riwayat yang ditulis oleh tokohnya sendiri. Bedanya, memoar terbatas pada sepenggal pengalaman tokohnya, misalnya peristiwa-peristiwa yang dialami tokoh selama Perang Dunia Kedua saja. Fakta dalam memoar itu unsur imajinasi penulisnya ikut berperanan.

7. Catatan harian
Catatan harian adalah catatan seseorang tentang dirinya atau lingkungan hidupnya yang ditulis secara teratur. Catatan harian sering dinilai berkadar sastra karena ditulis secara jujur, spontan, sehingga menghasilkan ungkapan-ungkapan pribadi yang asli dan jernih, yakni salah satu kualitas yang dihargai dalam sastra.

8. Surat-surat
Surat tokoh tertentu untuk orang-orang lain dapat dinilai sebagai karya sastra karena kualitas yang sama seperti terdapat dalam catatan harian.

Genre sastra non-imajinatif ini belum berkembang dengan baik, sehingga adanya genre tersebut kurang dikenal sebagai bagian dari sastra. Apa yang disebut karya sastra selama ini hanya menyangkut karya-karya imajinasi saja. Hal ini bisa kita lihat dari pemahaman masyarakat khususnya pelajar tentang sastra.

Inilah tulisan singkat tentang sastra dan pembagiannya.untuk memahami lebih jauh lagi dapat digali lagi lebih lanjut dari berbagai sumber baik itu buku, artikel, majalah, surat kabar dan sebagainya.

Sumber yang dijadikan cerminan untuk tulisan ini:
Sumardjo, Jakob dan Saini K.M. 1994. Apresiasi Kesusastraan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Suroto. 1990. Apresiasi Sastra Indonesia untuk SMTA. Jakarta: Erlangga.


Read More..

Gelapku...

Lentera itu belum padam
Tapi ruangan tak lagi terang
Saat yang lain berlari
Aku terpaksa meraba
Meskipun hari-hariku gelap
Hatiku selalu benderang



Read More..